1. Lagu ini berasal dari sebuah film horor Indonesia yang berjudul “Kuntilanak” yang diperankan oleh Julie Estelle. (Jujur saja, saya baru tahu bahwa film itu pernah beredar di bioskop tanah air kita) >.<; Di film tersebut, sang artis menyanyikan lagu tersebut dan menyebabkan ia kerasukan mahluk halus dan membalas dendam. Mungkin hal tersebut yang menimbulkan doktrin bahwa lagu Kidung Lingsir Wengi bisa memanggil mahluk halus.
2. Pada awalnya, lagu Kidung Lingsir Wengi ini merupakan lagu yang dinyanyikan untuk sang kekasih yang pergi jauh. Lagu ini menceritakan betapa sedih dan rindunya seorang wanita kepada kekasihnya tersebut. Lalu lagu ini dirubah liriknya oleh Sunan Kalijaga untuk membantunya menyebarkan agama Islam di ranah Jawa. (Saya tidak menyangka bahwa ternyata sejarah dari lagu Kidung Lingsir Wengi ini ternyata sampai sejauh itu dan memiliki sejarah tersendiri.) Oleh Sunan Kalijaga, lirik tersebut dirubah dengan tujuan bahwa lebih baik kita menjalani Sholat Malam (Sholat Tahajud) daripada tidur dan tidak melakukan apapun.
3. Lagu Kidung Lingsir Wengi merupakan salah satu pakem lagu gending Jawa yang bernama Macapat. Macapat ini terdiri dari 11 pakem, yaitu Dandhanggula, Mijil, Pocung, Megaruth, Gambuh, Sinom, Maskumambang, Pangkur, Durma, Asmarandana, dan Kinanthi. Lagu Kidung Lingsir Wengi ini termasuk dalam pakem Durma. Setiap tembang dalam Macapat mencerminkan watak yang berbeda-beda. Durma mencerminkan watak suasana/sifat yang keras, sangar dan suram, bahkan terkadang mengungkapkan hal-hal yang mengerikan atau angker dalam kehidupan. Oleh karena itu, lagu Kidung Lingsir Wengi dinyanyikan dengan vokal yang sangat menyayat hati.
4. Saya menemukan bahwa ada mantera penanggulangan yang, konon, katanya bisa mengusir mahluk tersebut seandainya Anda berani mencoba memutarkan dan merasa bahwa Anda diganggu mahluk tersebut. Saya tidak tahu apakah mantera ini efektif atau tidak, tetapi tidak ada salahnya saya berbagi dengan Anda semua. Mantera tersebut menggunakan bahasa Jawa Kuno, yaitu:
Nga tha ba ga ma
Nya ya ja dha pa
La wa sa ta da
Ka ro co no ho
Mantera tersebut diucapkan tujuh kali. Yang menarik adalah jika Anda perhatikan baik-baik mantera tersebut, maka jika bacanya dibalik Anda akan mendapatkan susunan huruf Jawa Kuno. Hal tersebut dinamakan Caraka Walik, mantera Jawa Kuno untuk menangkal roh jahat.
Untuk Anda yang penasaran dengan liriknya, saya akan tuliskan disini beserta artinya. Semoga bisa menambah pengetahuan dan bagaimana Anda menyingkapinya, itu kembali kepada diri masing-masing.
Lingsir wengi sliramu tumeking sirno…
Ojo tangi nggonmu guling…
Awas jo ngetoro….
Aku lagi bang wingo wingo…
Jin setan kang tak utusi…
Dadyo sebarang…
Wojo lelayu sebet…
“Menjelang malam, dirimu (bayangmu) mulai sirna…
Jangan terbangun dari tidurmu…
Awas jangan terlihat (memperlihatkan diri)…
Aku sedang gelisah…
Jin setan kuperintahkan…
Jadilah apapun juga…
Namun jangan membawa maut…”
Komentar
Posting Komentar